Indonesia Virtual Tour
Explore
search

Selamat Datang di Gua Putri! Objek wisata alam paling dikenal dan identik dengan Legenda si Pahit Lidah di Padang Bindu, Kabupaten Ogan Komering Ulu. Gua yang berada tidak jauh dari Situs Gua Harimau ini juga merupakan situs hunian di masa prasejarah. Dahulu kala, manusia pernah menghuni gua ini, melakukan berbagai aktivitas, seperti membuat peralatan dari batu, memasak dan memakan hewan buruannya, hingga mengubur kerabatnya yang mati. Informasi tersebut diperoleh melalui ekskavasi (penggalian) oleh Tim Arkeolog dari Balai Arkeologi Sumatera Selatan tahun 2002-2005. Ekskavasi tersebut mengungkap jejak-jejak aktivitas manusia dari masa lampau di Gua Putri sejak 2.000 hingga 5.000 tahun yang lalu. Munculnya hunian tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti ukuran Gua Putri yang sangat besar, kondisi lantai gua yang cukup kering, serta lokasinya yang sangat dekat dengan sumber air, yaitu Kali Semuhun.

Ukuran Gua Putri tergolong besar, terdiri atas sejumlah ruangan (galeri) yang luas dengan lorong-lorong yang terhubung ke beberapa pintu masuk gua. Di dalamnya mengalir Kali Semuhun, sungai bawah tanah berukuran kecil yang menembus bukit kapur tempat Gua Putri Berada. Selain menjadi sumber air, Kali Semuhun juga menyediakan aneka jenis bebatuan yang menjadi bahan baku dalam pembuatan peralatan di masa lalu. Bebatuan jenis rijang dan fosil kayu menjadi favorit manusia masa lalu untuk membuat alat serpih yang digunakan sebagai pemotong dan penyerut. Perilaku tersebut berlangsung selama ribuan tahun lamanya, sehingga membuat daerah Padang Bindu dan sekitarnya menjadi salah satu kawasan terpenting dalam sejarah peradaban di Sumatra.

Ornamen alami gua seperti stalaktit yang menjuntai dari langit-langit serta stalagmit yang kokoh berdiri tegak di lantai Gua Putri semakin terlihat cantik dengan lampu sorot beraneka warna. Ornamen-ornamen gua yang terlihat mempesona pun dimaknai oleh para penduduk setempat melalui sebuah legenda yang sarat akan makna dan nilai budaya, yaitu kisah Si Pahit Lidah atau Serunting Sakti. Gua Putri diibaratkan sebagai istana yang megah, sedangkan endapan mineral kalsit yang membentuk ornamen-ornamen gua di dalamnya menjadi latar cerita dari kehidupan seorang putri cantik jelita yang disebut ‘Dayang Merindu’.

Menurut legenda, kutukan dari ‘Serunting Sakti’ menyebabkan ‘Putri Dayang Merindu’ yang dianggapnya sombong berubah menjadi batu, begitu pula istana tempat tinggalnya. Oleh sebab itu, ornamen gua yang ada di dalam Gua Putri dikaitkan dengan bagian-bagian di dalam sebuah istana, seperti taman, penjagaan, pemandian, pembaringan atau tempat tidur, dapur, singgasana, hingga lumbung padi. Meskipun di luar nalar, berbagai nilai penting dalam legenda ‘Si Pahit Lidah’ dapat menjadi sumber pembelajaran karakter. Sebagai contoh, kesombongan akan selalu berbuah bencana serta kemampuan yang dikaruniai Sang Pencipta kepada manusia harus lah berguna bagi sesama.