Indonesia Virtual Tour
Explore
search

Kolam Segaran pertama kali ditemukan oleh Henry Maclaine Pont pada tahun 1926. Ketika ditemukan, kolam dipenuhi endapan lumpur serta ditumbuhi rerumputan dan pepohonan besar yang akarnya menutupi dinding Kolam Segaran. Kondisi tersebut menyebabkan kerusakan pada beberapa bagian dinding Kolam Segaran. Pada tahun 1966 dilakukan upaya untuk menampilkan kembali bentuk asli dari Kolam Segaran melalui ekskavasi di beberapa tempat. Pada tahun 1974 hingga 1978 kegiatan pemugaran dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala (Ditlinbinjarah). Hasil dari pemugaran tersebut pun bertahan lama sehingga bentuk Kolam Segaran dapat diamati hingga saat ini.

Total luas dari area Kolam Segaran mencapai 6,5 hektar atau sebanding dengan luas enam lapangan sepak bola. Bagian kolam memiliki ukuran panjang 375 meter, lebar 175 meter, dan tinggi dinding mencapai 2,88 meter. Struktur dinding bata Kolam Segaran memiliki ketebalan 1,6 meter di setiap tepiannya. Pintu masuk menuju kolam berada di sisi barat, memiliki teras berukuran panjang 10,4 meter dan lebar 8,4 meter, dengan anak-anak tangga selebar 3,5 meter.

Kolam Segaran memiliki dua saluran yang masing-masing berfungsi sebagai tempat masuk dan keluarnya air. Saluran air keluar memiliki hubungan dengan Balong Dowo dan Balong Bunder yang merupakan tempat penampungan air pada masa Majapahit.