Indonesia Virtual Tour
Explore
search

Situs Leang Bulu Sipong 4 secara administratif berada di Dusun Pakalu, Kelurahan Botolempangan, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan, dan terletak pada ketinggian 20 meter di atas permukaan laut. Leang Bulu Sipong 4 ditemukan Desember 2017 oleh Hamrullah, speleolog dan arkeolog lulusan Universitas Hasanuddin pada saat survei arkeologi di Kawasan Pangkajene Kepulauan (Pangkep) yang dilakukan oleh BPCB Sulawesi Selatan. Gua ini berada di satu bukit dengan nama Bulu Sipong di Kawasan perusahaan tambang PT. Semen Tonasa yang sekarang dijadikan kawasan konservasi.

Leang Bulu Sipong 4 merupakan gua bertingkat dua, dengan ketinggian tingkat 1 adalah 8 meter dari permukaan tanah saat ini. Kemudian ketinggian tingkat ke 2 adalah 11 meter dari lantai pertama. Gambar cadas yang terdapat di Leang Bulu Sipong 4 ini antara lain gambar tangan, babi, anoa, dan theriantropik. Theriantropik digambarkan sebagai manusia dengan ekor dan memiliki paruh. Figur ini menggambarkan pemburu manusia yang memakai kulit, topeng atau bagian tubuh hewan lainnya sebagai kamuflase. Perburuan babi digambarkan sebagai perburuan yang bisa dilakukan oleh perseorangan, terlihat pada gambar bahwa digambarkan babi diburu oleh seorang theriantropik. Sedangkan perburuan anoa seperti terlihat pada gambar dilakukan oleh beberapa theriantropik, dengan memegang benda tipis panjang yang diinterpretasikan sebagai tombak atau tali, diinterpretasikan bahwa perburuan anoa yang lebih agresif memerlukan kelompok pemburu untuk menangkapnya.