Indonesia Virtual Tour
Explore
search

Secara administratif Leang Timpuseng masuk dalam wilayah Dusun Tompo Balang, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros. Leang Timpuseng ini memiliki pintu masuk yang menghadap ke arah 126°, serta berada pada ketinggian sekitar 25 meter di atas permukaan laut. Luas lahan situs yang telah dipagari mencapai 1.269 meter persegi yaitu hampir 8 kali luas lapangan voli. Timpuseng dalam bahasa lokal (Makassar) berarti sumber mata air. Penamaan ini mengacu pada adanya sumber air di sisi kiri gua (bila menghadap ke gua) yang dijadikan sumber air oleh masyarakat sekitar untuk irigasi sawah, peternakan unggas, dan untuk keperluan rumah tangga dengan cara dipompa menggunakan mesin air.

Situs Leang Timpuseng dapat dijangkau dengan segala jenis kendaraan melalui poros Leang-Leang – Bosowa kemudian dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati pematang sawah dan kandang peternakan ayam. Jarak situs dari jalan poros tersebut berkisar 200-300 meter. Leang Timpuseng yang merupakan perpaduan gua dan ceruk dengan langit-langit yang cukup rendah pada bagian tengah

Leang Timpuseng merupakan perpaduan gua dan ceruk. Ceruk berada pada bagian depan dengan bentuk yang lebih terbuka dan melebar serta memiliki banyak rongga dan celah yang sempit. Langit-langit memiliki ketinggian bervariasi antara 5 sampai 9 meter dengan bagian ceruk terdalam mencapai 12 meter. Pada bagian bawah dinding gua, banyak terdapat sisa endapan yang cukup tebal dan tinggi serta mengikat banyak artefak batu dan cangkang kerang didalamnya.

Beberapa tinggalan arkeologi yang ditemukan pada Leang Timpuseng antara lain gambar cadas, cangkang moluska, oker, tulang dan alat batu. Gambar cadas yang ditemukan berupa gambar tangan berwarna merah dan merah gelap serta gambar babi rusa berwarna merah gelap. Gambar cadas ditemukan tergambar pada 5 panel.  Panel pertama terletak pada langit-langit dinding gua sisi kanan (apabila kita menghadap keluar gua) paling ujung yang tepat berada di atas ujung pagar situs dengan ketinggian 6,7 meter meter dari permukaan tanah yang berisi gambar tangan. Panel kedua berjarak sekitar 16 meter dari panel pertama yang terletak pada dinding yang agak menjorok keluar. Gambar cadas pada panel kedua berupa gambar tangan berbagai ukuran dan beberapa diantaranya memiliki ujung jari yang runcing. Ketinggian panel kedua sekitar 5,5 meter dari permukaan tanah. Panel ketiga terletak pada bagian tengah gua pada bagian langit-langit dan dinding serta berhadapan langsung dengan pintu gerbang situs. Ketinggian panel ketiga dari permukaan lantai 3,9 meter. Panel keempat hanya dipisahkan cekungan dinding dengan panel ketiga. Ketinggian panel keempat dari permukaan lantai 3,6 meter. Panel kelima berada pada bagian paling kiri gua dan digambarkan pada dinding gua, langit-langit, dan pada bagian bekas patahan dinding gua. Panel kelima berada pada ketinggian 3,3 meter dari lantai.

Cangkang moluska ditemukan tersebar di pelataran gua dan terkonsentrasi pada beberapa bagian permukaan dinding gua dalam kondisi tersemen oleh larutan kapur. Cangkang-cangkang moluska di Leang Timpuseng telah diidentifikasi kelasnya oleh Pusat Arkeologi Nasional pada tahun 1995 pada penelitian arkeologi bidang arkeometri. Pada penelitian tersebut diidentifikasi moluska berasal dari kelas Gastropoda jenis Ceritheiidae (laut/pantai) dan kelas Pelecypoda jenis VeneridaeLeach (laut). Artefak batu yang ditemukan di situs ini berupa artefak yang berasal dari jenis batuan chert. Berdasarkan identifikasi bentuk sebagian besar artefak chert yang ditemukan merupakan sisa pemangkasan dalam pembuatan alat serpih. Frekuensi temuan artefak batu tergolong cukup rendah, dan hanya ditemukan pada bagian pelataran yang bagian tanahnya tersingkap oleh tetesan air dari langit-langit gua. Saat ini Balai Pelestarian Cagar Budaya Makassar telah memasang pagar kawat sebagai upaya pengamanan situs.

Pertanggalan pada Leang Timpuseng dengan metode uranium series berdasar pada kerjasama Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dengan Universitas Griffith Australia tahun 2014.