Indonesia Virtual Tour
Explore
search

Situs Klinterejo I

Situs Klinterejo I juga dikenal dengan nama Situs Bhre Kahuripan, nama gelar dari ibunda Hayam Wuruk. Lokasinya berada di dekat Desa Panggih, sebuah daerah yang disebutkan di dalam kitab Pararaton sebagai tempat pendarmaan Bhre Kahuripan Tribhuwanottunggadewi atau ibu dari Raja Hayam Wuruk. Artefak yang ditemukan di Situs Klinterejo I, antara lain Yoni, Jaladwara, sandaran arca, serta sedikit sekali fragmen tembikar dan genting. Karena minimnya jumlah tembikar dan genting sebagai indikator pemukiman, arkeolog memperkirakan situs ini sebagai lokasi bangunan suci yang berkaitan dengan aktivitas religius di masa lampau.

Situs Klinterejo I dahulunya merupakan bekas bangunan candi yang konstruksinya terbuat dari bata dan batu andesit. Pada bagian inti situs terdapat sebuah yoni yang dihiasi berbagai ornamen ciri khas Majapahit seperti sulur-suluran bunga dan kelopak padma. Yoni tersebut adalah yoni terbesar peninggalan Kerajaan Majapahit dengan ukuran panjang 191 cm, lebar 184 cm dan tinggi 121 cm. Ciri khas pada yoni ini adalah pahatan aksara Jawa Kuno yang menunjukkan angka tahun 1294 Saka atau setara dengan tahun 1372 Masehi.

Situs Klinterejo II

Puslit Arkenas melakukan penelitian di Situs Klinterejo II pada tahun 1982, 1987, dan 1988. Penelitian tersebut berhasil mengungkap denah dari Situs Klinterejo II, yaitu bangunan dengan konstruksi bata dengan bentuk denah persegi enam. Artefak lainnya yang ditemukan dari penelitian tersebut adalah tembikar dan keramik asing. Situs Klinterejo II diduga merupakan bekas bangunan suci untuk melakukan ritual keagamaan.