Benteng Marlborough
Benteng Marlborough merupakan cagar budaya yang terletak di Jalan Benteng, Kelurahan Kebun Keling, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu. Benteng tersebut secara astronomis terletak pada 3.7873176°S 102.249487°E. Nomor inventaris cagar budaya ini adalah RNCB.20040303.02.000129. Sebelah utara benteng berbatasan dengan Taman IPC Bengkulu, sebelah timur berbatasan dengan Jalan Benteng, sebelah selatan berbatasan dengan Jalan Benteng dan Perkampungan Cina, serta sebelah barat terdapat Tugu Pena.
Benteng Marlborough adalah benteng pertahanan Inggris yang dibangun berbentuk kura-kura. Bagian kepala merupakan bangunan segitiga dan empat kakinya berfungsi sebagai bastion. Benteng ini dibangun di atas karang dengan konstruksi beton. Bangunan terbuat dari pasangan bata dengan perekat campuran kapur, pasir, dan semen merah. Pembangunan tahap pertama dimulai pada tahun 1714 dan selesai pada tahun 1718. Denah bangunan memiliki ukuran 100 x 80 meter dengan tinggi mencapai 8,65 meter, tebal dinding dalam 1,85 meter dan luar 3 meter.
Pintu masuk (gerbang) terbuat dari kayu dengan dua daun pintu berbentuk melengkung di bagian atas. Bagian luar benteng menuju gerbang pertama dihubungkan oleh jembatan kayu. Jembatan kedua menghubungkan bagian kepala kura-kura dengan gerbang utama bangunan. Gerbang kedua selalu tertutup, dan untuk akses dibuat pintu kecil berbentuk persegi panjang yang hanya dapat dimasuki satu orang dengan posisi menunduk.
Benteng ini dilengkapi parit kering yang mengelilingi bangunan dan dibangun pada tahun 1759. Kedalaman parit sekitar 1,8 meter dan lebar 3,6 meter. Tanah galian ditempatkan antara dinding lama dan dinding baru untuk meredam serangan meriam. Benteng terdiri dari delapan bangunan, yaitu kepala kura-kura, empat bastion, dan tiga bangunan di antara bastion.
Bagian kepala kura-kura atau raveline berukuran panjang 60 meter dan lebar 40,40 meter dengan luas sekitar 2.420 meter persegi. Raveline merupakan bangunan pertahanan berbentuk segitiga yang terletak di bagian depan dan berfungsi sebagai pintu masuk utama dengan arah hadap barat daya.
Di dalam raveline terdapat tiga makam dan empat prasasti. Makam tersebut antara lain Thomas Parr, Charles Murray, dan satu makam tidak dikenal. Prasasti berbahasa Inggris berasal dari makam Inggris lama di kawasan Fort York dan Pasar Baru, yang mencatat nama-nama seperti George Shan, Richard Watts, Henry Stirling, dan Capt. James Coney. Benteng Marlborough ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Kota Bengkulu melalui SK Walikota Bengkulu Nomor 189 Tahun 2022.
Sebelum Benteng Marlborough dibangun, terdapat Benteng York yang menjadi pusat perdagangan Inggris. Namun, karena kondisi lingkungan yang tidak sehat dan rawan penyakit seperti disentri dan malaria, benteng tersebut ditinggalkan dan pusat aktivitas dipindahkan ke Benteng Marlborough.
Saat ini Benteng York sudah tidak tampak. Pada tahun 2025 dilakukan ekskavasi arkeologis yang menemukan struktur bata, pipa cangklong, peluru meriam, serta fragmen keramik dan tembikar. Temuan ini memperkuat indikasi aktivitas masa lalu di lokasi tersebut.
Selain hasil ekskavasi, temuan arkeologis tahun 1990 seperti pecahan keramik dan uang-uang kuno yang disimpan di Museum Negeri Bengkulu juga menguatkan lokasi Benteng York.
Benteng Marlborough berperan sebagai benteng pertahanan sekaligus pusat perdagangan lada Inggris. Lokasinya yang strategis menjadikannya pusat aktivitas kapal dan perdagangan di pesisir Bengkulu.
Dominasi Inggris memicu perlawanan dari berbagai suku di Bengkulu pada tahun 1718, seperti Lembak, Rejang, Pasemah, Serawai, Muko-muko, dan Raja Bengkulu. Perlawanan ini menyebabkan beberapa pejabat Inggris tewas dan diabadikan dalam monumen seperti Monumen Thomas Parr dan Hamilton.
Benteng ini pernah digunakan oleh berbagai pihak, termasuk Inggris, Jepang, Belanda, hingga TNI AD. Selain sebagai benteng, juga digunakan sebagai kantor perdagangan dan penyimpanan komoditas.
Dari udara, bentuk benteng menyerupai kura-kura dengan delapan bagian utama. Kepala kura-kura berfungsi sebagai pintu masuk, badan sebagai pusat aktivitas, dan kaki sebagai bastion untuk pengawasan.
Di bagian depan benteng terdapat jembatan yang dapat diangkat dan diturunkan. Setelah melewati gerbang utama, terdapat empat prasasti pejabat Inggris yang meninggal.
Di halaman pertama terdapat tiga makam pejabat Inggris seperti Robert Hamilton, Thomas Parr, dan Charles Murray. Di dalam benteng juga terdapat meriam, sel tahanan, gudang persenjataan, dan ruang perkantoran.
Benteng memiliki tiga jembatan penghubung utama. Dindingnya terbuat dari campuran batu karang, bata, dan batu sungai dengan perekat kapur. Tebal dinding rata-rata 1–1,25 meter. Pintu ruangan terbuat dari besi tebal, dan beberapa sel memiliki jeruji besi.
Benteng Marlborough dilengkapi empat bastion yang masing-masing memiliki meriam dengan rel putar untuk pertahanan. Selain itu terdapat sekitar 68 meriam lainnya.
Dari keempat bastion, hanya dua yang memiliki akses ke dalam ruangan, yaitu di sisi utara dan barat. Ruangan ini diduga digunakan untuk menyimpan mesiu dan hasil sumber daya alam seperti emas dan rempah.
Bagian atap benteng berupa pelataran terbuka. Di salah satu ruangan selatan ditemukan ukiran yang dibuat oleh tahanan Inggris pada tahun 1983, berbentuk lingkaran seperti kompas waktu.
Setelah mengalami berbagai masa penguasaan, Benteng Marlborough kini dikelola sebagai objek wisata sejarah. Pengelolaan dilakukan oleh instansi kebudayaan dan museum, serta difungsikan sebagai museum yang menampilkan artefak arkeologi dan sejarah Bengkulu.