Kompleks makam Inggris atau juga dikenal sebagai Makam Jitra merupakan kompleks pemakaman orang Inggris yang meninggal di Bengkulu.
Makam Inggris merupakan Cagar Budaya yang didirikan pada tahun 1714. Makam ini terletak di Jalan Veteran, Pasar Jitra, Kecamatan Teluk Segara, Kota Bengkulu. Secara astronomis, keletakannya berada di 3°47’34”S, 102°15’12”E. Sebelah utara kompleks pemakaman terdapat Gereja HKBP Jitra Bengkulu, sebelah timur terdapat Masjid Jitra, sebelah selatan terdapat rumah warga, dan sebelah barat terdapat SDN 8 Bengkulu.
Sejak tahun 1685, ketika Inggris melalui East India Company atau EIC membangun pusat perdagangan di Bengkulu, banyak pejabat, tentara, dan pedagang Eropa menetap di kawasan ini. Pada masa itu, kondisi Bengkulu masih berupa rawa-rawa, dengan malaria dan penyakit tropis yang sangat mematikan. Tingginya angka kematian di kalangan orang Eropa membuat Inggris mendirikan kompleks pemakaman khusus yang dikenal sebagai Makam Inggris. Makam ini menjadi saksi beratnya kehidupan kolonial Inggris di Bengkulu, yang sering disebut sebagai “the white man’s grave” atau kuburan orang kulit putih.
Makam Inggris merupakan peninggalan Inggris dengan salah satu makam berukuran 50 cm dan nisan tertinggi mencapai 4 meter. Lahan makam menyerupai bentuk persegi panjang. Di dalam lahan makam terdapat rumah juru pelihara makam dan berbagai bentuk serta tipe bangunan makam. Secara umum, makam-makam di dalamnya memiliki gaya Eropa, yakni coffin dan obelisk. Selain gaya Eropa, terdapat pula makam bergaya Cina yang disebut gaya Bongpai.
Kompleks pemakaman Inggris seluas 4.343 m² tersebut kini hanya menyisakan 115 makam. Di dalam pagar terdapat 106 makam, sedangkan di luar pagar terdapat 9 makam. Di dalam kompleks pemakaman ini terdapat makam orang Inggris, orang Belanda, dan orang Jepang yang pernah meninggal di Bengkulu.
Secara umum, material yang digunakan pada makam ialah semen, pasir, dan bata. Ada pula makam yang menggunakan bahan dasar marmer. Bentuk makam di kompleks Makam Inggris bermacam-macam, mulai dari makam beratap, makam berbentuk limas, hingga makam berukuran besar yang berisi lebih dari satu orang.
Pada beberapa makam terdapat pola hias atau motif pada tubuh makam. Motif tersebut antara lain motif bunga, geometris, sulur, piala, lonceng, dan bentuk tangan. Beberapa nisan bahkan memuat tiga hingga empat nama yang berbeda.